Kegiatan P5 “Pahlawan Penyelamat Bumi”
SMP Negeri 2 Kabuh telah sukses menyelenggarakan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan” yang berjudul “Pahlawan Penyelamat Bumi”. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 15 hingga 28 Maret 2024 dan melibatkan siswa dalam serangkaian aktivitas yang dirancang untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila melalui praktik keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan ini terbagi menjadi empat tahapan utama. Tahap pertama, pengenalan, dimulai dengan memperkenalkan siswa pada berbagai jenis sampah. Jenis sampah yan dipelajari oleh siswa adalah sampah organik, anorganik dan sampah B3. Pada akhir aktivitas siswa belajar untuk mebuat poster terkait jenis-jenis sampah tersebut. Pada aktifitas kedua siswa belajar metode pengelolaan sampah. Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dengan 5R (reduse, reuse, recycle, refuse, dan repair).
Tahap kedua, kontekstualisasi. Pada tahap ini siswa berperan sebagai detektif sampah. Siswa belajar untuk mengidentifikasi dan menemukan solusi kreatif untuk masalah lingkungan di sekitar mereka. Hasil akhirnya beruapa infografis terkait masalah, penyebab, dampak dan solusi yang mereka tawarkan untuk mengatasi masalah tersebut. Aktivitas selanjutnya adalah siswa belajar tentang potensi ekonomi dari sampah, termasuk kisah sukses pengusaha yang memanfaatkan sampah sebagai sumber pendapatan. Tahap ini diakhiri dengan eksplorasi berbagai kerajinan tangan dari bahan daur ulang. Untuk itu siswa membuat rancangan infografis terkait manfaat, alat dan bahan serta langkah-langkah untuk membuat kerajinan dari bahan-bahan bekas.
Selanjutnya, tahap aksi memfasilitasi siswa dalam pembuatan ecobrick, yang melibatkan pengumpulan sampah plastik ke dalam botol air mineral 1500 mL. Pada tahap ini siswa terlihat antusias ketika memotong sampah plastik dalam ukuran kecil dan memampatkannya. Selanjutnya siswa mewujudkan rancangan kerajinan yang telah mereka buat selama tahap kontekstualisasi. Adapun bahan bekas yang dibagi berberda beda untuk setiap kelas. Kayu dan botol plastik untuk kelas VII A dan VIII A. Kantong plastik dan kulit jagung untuk kelas VII B dan VIII B. Tutup botol dan pelepah pisang untuk kelas VII C dan VIII C. Gelas plastik dan kain perca untuk kelas VII D dan VIII D. Kertas dan sedotan plastik untuk kelas VII E dan VIII E. Sebagai puncak dari tahap ini, siswa membuat tote bag pribadi dengan desain yang mengkampanyekan pelestarian lingkungan, termasuk pengurangan penggunaan kantong plastik.


























Tahap terakhir, refleksi dan tindak lanjut, merupakan kesempatan bagi siswa untuk berbagi dan merenungkan pengalaman mereka. Mereka mengunjungi dan mengapresiasi karya kelas lain. Terlihat siswa sangat antusisas untuk melakukan panen ide kali ini. Secara bergantian, siswa belajar untuk bertannya tentang karya siswa lain dan belajar menjelaskan tentang karyanya sendiri. Pada panen ide kali ini akan diadakan apresiasi oleh sekolah. Kelas dan kelompok favorit yang dinilai oleh teman sebaya mereka dan tiga guru yang ditunjuk sebagai juri. Tahap refleksi dan tindak lanjut diakhiri dengan menyusun laporan akhir yang mencerminkan seluruh proses dan hasil kegiatan P5.



























































Perbedaan signifikan dari P5 kali ini dengan P5 sebelumnya adalah penggunaan Learning Management System (LMS) PELANET (Pembelajaran dalam Internet) yang dikembangkan oleh TIM IT SMP Negeri 2 Kabuh. Selain mendukung digitalisasi sekolah, penggunaan PELANET dapat mengurangi penggunaan sampah kertas dan lebih hemat energi karena guru tidak perlu menggunakan proyektor dan speaker untuk pembelajaran. Meskipun tergolong baru, namun siswa dan guru SMP Negeri 2 Kabuh mulai merasakan beragam fitur dan kemudahan yang disediakan. Salah satunya adalah kemudahan guru dan siswa untuk saling berkolaborasi untuk menyusun dan mengerjakan kegiatan pembelajaran, terstrukturnya alur pembelajaran, penilaian dan pengerjaan siswa yang terdokumentasi dengan baik serta berbagai fitur lainnya. Pengintegrasian pembelajaran P5 kali ini dengan teknologi dapat meningkatkan optimalisasi kegiatan P5.
Secara keseluruhan, kegiatan P5 telah berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dengan praktik keberlanjutan lingkungan, memberikan siswa pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pahlawan penyelamat bumi di masa depan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa tetapi juga menginspirasi mereka untuk mengambil tindakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.